kehidupan sehari-hari terkadang berat dirasa. Namun kata orang itu adalah sebuah tantangan yang harus dijalani
Masalah demi masalah mereka dinegeri ini, disamping masalah yang dikategorikan “classic Problematic” ada juga masalah baru. Dengan demikian secara otomatis menimbulkan gejolak pada strata masyarakat yang tergolong pluralistic, terutama pada kalangan remajanya. Eksistensi kaum remaja secara ideal tidak jelas, entah hal tersebut berasal dari dalam diri masing-masing (individual) atau berasal dari luar individu. Dari banyaknya alasan yang ada saya bisa menarik kesimpulan bahwa semuanya secara grafik akan mengerucut menuju satu titik yaitu KAPITALISME dan IMPERIALISTIK. Sedikit membingungkan,,, baik, saya jelaskan saja menurut apa yang pernah saya baca,lihat, dan degar… BAHWA, kaum muda kita yang ada diNegeri ini sebagian besar terlalu besar daya konsumtifnya terhadap produk-produk dan gaya kapitalis/imperialis, yang jelas didalamnya terdapat pemahaman dan gaya hidup terutama budaya(culture) yang tidak cocok/layak untuk di gunakan di Negeri ini… mengapa? sebut saja alasan yang real adalah karena budaya kita (dilihat dari segi budaya) adalah budaya TIMUR yang sangat menghormati eksistensi leluhur kita, dan masyarakat kita sangat pluralistik, tiap-tiap daerah mempunyai keragaman corak budaya yang berbeda, dan itu harus dijaga…
Remaja – remaja kita jarang memikirkan hal tersebut,,,
…apakah kebobrokan yang ada pada sistem pemerintahan kita juga sudah melanda pemuda-pemudi di negeri ini?
Satu hal yang paling berpengaruh terhadap perkembangan idealis dan pemikiran remaja-remaja kita, yaitu adanya informasi yang tidak bermanfaat dan tidak berguna untuk dikonsumsi/dibutuhkan pada beberapa media, dalam hal ini sebut saja media elektronik(televisi)lah yang paling besar pengaruhnya terhadap kaum muda. Jangankan di perkotaan, dipelosok-pelosok manapun media informasi (televisi) sudah bisa di konsumsi baik para remaja diatas umur, maupun remaja dibawah umur. Yang sangat disayangkan adalah daya cerna tanpa filter (low analisis) para kaum remaja yang dibawah umur, kita tidak bisa menjamin apakah mereka bisa menyaring informasi tersebut.. ya,,, ibarat ketahanan sebuah “anti-virus” ketika diserang oleh beberapa virus kejam, nah,, tuhkan dipertanyakan lagi anti-virusnya, apakah anti-virus tahan atau tidak dalam hal menangkis serangan-serangan virus… (hahahahah…)
….wew, pusing deech….
Sampai pada akhirnya hal diatas juga yang mempengaruhi adalah sebuah kebijakan pemerintah dalam hal mengeluarkan peraturan-peraturan yang mengatur hal tersebut… lho,,,khan ada undang-undang pers????
wew…akhirnya semuanya bikin kulit kepala ku berketombe….

komentar